Pahamilah Perhitungan Gaji Karyawan Berikut, Agar Anda Tidak Salah Kira

Perhitungan gaji memang menjadi hal yang rumit bagi setiap orang. Pasalnya di dalam perusahaan terdapat banyak karyawan yang harus diperhitungkan gajinya setiap bulan. Bisa Anda bayangkan jika perhitungan gaji dilakukan secara manual, pastinya akan sangat rumit dan memakan waktu yang lama.

Untungnya, sekarang telah ada payroll software perhitungan gaji yang akan mempermudah tugas dari HRD untuk menghitung gaji setiap karyawannya tanpa takut terjadi kesalahan, karena hasilnya dijamin akurat.

Bagi Anda yang bekerja di suatu perusahaan tertentu, apakah sudah mengetahui hak apa saja yang wajib Anda terima dan bagaimana cara menghitung gaji karyawan? Jika belum, Anda wajib menyimak informasi yang akan disajikan mengenai perhitungan gaji karyawan berikut ini.

Perhitungan gaji pokok memang sudah ditetapkan saat Anda melaksanakan wawancara sebelum mulai bekerja yang jumlahnya sesuai dengan kesepakatan yang telah dibuat antara kedua belah pihak yaitu Anda dan perusahaan tempat Anda bekerja.

Namun, diluar dari pada itu, terdapat pula perhitungan gaji karyawan yang dihitung dari jumlah hari kerja pada umumnya yaitu 6 hari dan akan dikurangi jika ada libur nasional.

Pahamilah Perhitungan Gaji Karyawan Berikut, Agar Anda Tidak Salah Kira
Pahamilah Perhitungan Gaji Karyawan Berikut, Agar Anda Tidak Salah Kira

Jika seorang karyawan telah mendapatkan kesepakatan dari perusahaan jika bekerja di luar jam kerja akan mendapatkan uang lembur, maka gaji pokok Anda akan ditambahkan dengan uang lembur yang besarnya tergantung dengan banyaknya jam lembur yang dilakukan oleh Anda.

Selain gaji pokok, ada lagi hak yang harus anda terima yaitu berupa uang transportasi dan uang makan. Jadi total perhitungan gaji karyawan adalah gaji pokok + uang transportasi + uang makan.

Uang transportasi dan uang makan hanya bis didapatkan oleh karyawan yang hadir pada jam yang telah ditentukan. Jadi jika seorang karyawan terlambat masuk kerja maka tidak akan mendapatkan uang tersebut. Sama halnya dengan karyawan yang tidak masuk kerja baik itu karena izin atau sakit.

Biasanya perusahaan juga mempunyai kebijakan untuk menambahkan uang insentif ke dalam gaji pokok. Uang insentif ini bisa didapatkan oleh karyawan jika dalam satu minggu atau satu bulan selalu berangkat kerja dana tidak pernah absen. Besarnya uang insentif ditetapkan langsung oleh perusahaan.

Selain mendapatkan gaji pokok, uang transportasi, uang makan, uang lembur, dan uang insentif, karyawan juga masih mendapatkan hak dari perusahaan yaitu berupa tunjangan. Tunjangan yang umumnya diberikan oleh perusahaan adalah tunjangan jabatan dan juga tunjangan kesehatan.

Tunjangan jabatan akan diberikan kepada karyawan yang telah menduduki jabatan sebagai Manager Keuangan, Kepala Bagian, Direktur, dan jabatan tinggi lainnya. Semakin tinggi jabatan karyawan, maka semakin tingi pula tunjangan yang akan diterima.

Tunjangan juga bisa diberikan kepada karyawan yang telah berjasa dalam meningkatkan pendapatan perusahaan atau menyelamatkan perusahaan dari kebangkrutan. Selain itu, tunjangan juga bisa diberikan kepada karyawan yang memiliki istri dan anak.

Nah, untuk tunjangan kesehatan akan diberikan kepada karyawan yang mengalami sakit atau kecelakaan yang jumlahnya sudah ditentukan perusahaan setiap bulannya.

Ada pula Tunjangan Hari Raya yang diberikan kepada karyawan minimal sudah melampaui 1 tahun bekerja. Jumlah tunjangan ini sepadan dengan gaji pokok selama satu bulan. Perusahaan besar di Indonesia juga memberikan tunjangan akhir tutup buku perusahaan. Semua tunjangan yang diberikan semata-mata untuk kesejahteraan karyawan agar bekerja lebih giat lagi.

Jadi meskipun bekerja ditempat yang sama dan di bagian yang sama pula, belum tentu total gaji yang akan diterima akan sama, karena perhitungan gaji karyawannya berbeda-beda.