Sejarah Kucing Mesir Kuno

Kucing – Banyak fakta unik tentang kucing, membahas tentang kucing, ada hal menarik tentang kucing tak hanya lucu dan menggemaskan, kucing memiliki kisah menarik sejak zaman mesir kuno, kucing telah hidup sedari dahulu kala hingga hidup di era modren ini.

Di era mesir kuno,kucing peliharaan rakyat biasa akhir nya naik status menjadi hewan kesayangan Firaun, sang penguasa Mesir. Begitu istimewa nya sosok kucing, mereka hanya boleh di pelihara oleh keluarga Firaun dan para keluarga bangsawan yang masih memiliki hubungan kerabat langsung dengan sang Raja Firaun.

Sejarah Kucing Mesir
Sejarah Kucing Mesir Kuno

Dimasa itu, kucing mendapat perlindungan penuh dari Firaun, siapapun orang yang sengaja ataupun tidak sengaja membunuh kucing ia akan mendapatkan hukuman mati. Konyol nya meskipun aturan ini begitu keras, masih saja ada rakyat Mesir yang berani menjual kucing secara ilegal ke negeri tetangga.

Hal ini sampai membuat pasukan Firaun diutus hanya untuk merebut kucing tersebut. Dan tentang nasib sang penjual sudah pasti ia bisa dibunuh ditempat ataupun dibawa hidup-hidup untuk dituntut di pengadilan

Dan kucing pada zaman itu Dianggap Keramat sampai di jadikan Jimat Sakti, Banyak lukisan relief Mesir kuno yang menggambarkan begitu keramatnya kucing. Salah satu contoh nya lukisan yang menggambarkan seorang Imam Wanita (pemimpin agama kuno mesir) sedang membungkuk sambil memberikan sajen kepada mumi kucing.

Begitu mistik nya sosok kucing, masyarakat mesir kuno pun hampir setiap hari menghiasi diri nya dengan jimat-jimat yang berbentuk kucing. Konon khasiat jimat tersebut berfungsi sebagai tolak bala seperti santet, wabah tulah. Dan tak hanya itu saja, jimat kucing juga bisa melindungi sang empu nya dari marabahaya dan orang-orang yang ingin berbuat jahat.

Dan salah satu hasil karya seni yang populer di jaman itu adalah Uchat, yang menggambarkan mata keramat dari kucing lengkap dengan riasan mata disekeliling nya yang penuh ukiran manifestasi-manifestasi kucing.

Menurut kepercayaan orang-orang di zaman mesir kuno, bila mendapat mimpi sedang bertemu/ bermain dengan Kucing itu pertanda baik. Salah satunya mendapat jodoh baik dan rejeki seperti hasil panen yang melimpah, dan mendapat kenaikan pangkat dalam pekerjaannya.

Hampir setiap tahun nya masyarakat Mesir kuno selalu merayakan ritual menyambut datangnya gerhana matahari. Mereka akan menari, mematahkan kelentung sambil memanjatkan doa-doa berisik agar Dewa Ra, dewa penguasa tertinggi di kepercayaan Mesir Kuno yang kadang berubah wujud menjadi Kucing dapat mengalahkan Apophis, Raja Iblis penguasa kegelapan. saat mereka mati juga diperlakukan istimewa seperti halnya manusia. Bangkai mereka akan dijadikan mumi dan diberikan kotak peti mati yang mahal. Dan biasanya para majikan wanitanya akan mencukur alis matanya sebagai tanda berduka, mereka pun bisa meratapi tangis kematian kucingnya tersebut sampai berhari-hari.

Sejarah Kucing Mesir
Sejarah Kucing Mesir Kuno

Hal ini bukanlah mitos, sebab para Ilmuwan Sejarah telah menemukan lebih dari 280 ribu mumi kucing, sering mumi mereka diletakkan disamping mumi manusia, yang mungkin dulunya adalah sang majikan dan kucing tersebut menjadi kesayangannya.

Begitu banyaknya penjelmaan Dewa yang menjadi Kucing, namun yang sangat populer adalah Dewa Bast, Dewa yang melindungi rakyat mesir dari setan jahat. Lainnya Dewa Neith dan Raja Dewa Ra sendiri, yang paling diagungkan dalam kepercayaan mesir. Konon Dewa Ra pernah berubah wujud menjadi Kucing, saat ia membunuh ular naga jahat jelmaan Raja Neraka bernama Apep.

Seorang alih sejarah Mesir di tahun 490 SM bernama Herodotus, pernah mendokumentasikan kekalahan Mesir waktu berperang dengan Kerajaan Persia. Saat itu pasukan Persia tahu bahwa kekuatan tentara mesir sangat hebat dan mustahil untuk mengalahkannya. Hingga akhirnya mereka mencoba cara licik yakni dengan membeli banyak kucing dari perdagangan Ilegal.

Saat pertempuran berlangsung, mereka melepaskan kucing-kucing tersebut begitu saja di tengah medan perang. Hal ini langsung membuat lemah mental Pasukan Firaun, akhirnya mereka memilih menyerah daripada membuat ‘sahabat’ mereka terbunuh ataupun terluka.

Pertempuran itupun akhirnya dimenangkan telak oleh Kerajaan Persia, dan Mesir lebih memilih untuk memberikan upeti apapun yang diminta oleh musuhnya daripada harus kehilangan sahaba mereka.

Seni dari Mesir Kuno menunjukan patung dan lukisan dari setiap jenis kucing. Kucing begitu istimewa, jika ada orang yang membunug mereka, bahkan karena kecelakaan akan di hukum mati.

Sudah terbukti ribuan tahun lamanya bahwa fenomena kucing sangatlah istimewa di Mesir. Seiring pergantian zaman, dan agama Islam mulai masuk ke Mesir, sosok mereka tidak lagi diagungkan seperti Dewa, hanya sebatas hewan peliharaan rumah saja. Hal ini bisa kita lihat sampai dengan sekarang, bagaimana orang-orang mesir di zaman modern masih tetap mencintai mereka.

Menurut mitologi mesir, dewa dan dewi memiliki kekuatan untuk mengubah diri menjadi binatang yang berbeda. Hanya satu dewi, yang bernama Bastetm yang memiliki kekuatan untuk menjadi kucing. Bastet di ganbarkar sebagian seseorang perempuan dengan kepala kucing yang jinak.

Keunikan Kucing dan Cerita pada Dahulu

Dan ada hal yang masih di pertanyakan, konon katanya jika kucing di siram air atau disiksa oleh manusia maka akan terjadinya hal buruk, seperti bencana alam, badai dan hujan angin.Kucing pun memiliki kisah dizaman nabi Besar Muhammad Diceritakan dalam suatu kisah, Nabi Muhammad SAW memiliki seekor kucing yang di beri nama Mueeza. Suatu saat, di kala Nabi Muhammad Saw hendak mengambil jubbah nya, di temui nya Mueeza sedang terlelap tidur dengan santai di atas jubbah nya.

Sejarah Kucing Mesir Kuno
Sejarah Kucing Mesir Kuno

Tidak ingin mengganggu hewan ke sayangannya itu,Nabi Muhammad Saw pun memotong belahan lengan yang di tiduri Mueeza dari jubbah nya. Ketika Nabi Muhammad SAW kembali ke rumah, Muezza terbangun dan merunduk sujud kepada majikan nya. Sebagai balasan, Nabi Muhammad Saw menyatakan kasih saying nya dengan mengelus lembut ke badan mungil kucing itu sebanyak 3 kali.

Dalam aktivitas lain, setiap kali Nabi Muhammad Saw menerima tamu di rumah nya, nabi selalu menggendong Mueeza dan di taruh di paha nya. Salah satu sifat Mueeza yang Nabi Muhammad SAW sukai ialah ia selalu mengeong ketika mendengar adzan, dan seolah-olah suara nya terdengar seperti mengikuti lantunan suara adzan.

Kepada para sahabat nya, Nabi Muhammad SAW berpesan untuk menyayangi kucing peliharaan, layak nya menyayangi keluarga sendiri.

Hukuman bagi mereka yang menyakiti hewan lucu ini sangat lah serius, dalam sebuah hadist shahih Al-Bukhori, di kisahkan tentang seorang wanita yang tidak pernah memberi makan kucing nya, dan tidak pula melepas kucing nya untuk mencari makan sendiri, Nabi Muhammad SAW pun menjelaskan bahwa hukuman bagi wanita ini adalah siksa neraka. Maka tidak hanya Nabi Muhammad SAW , istri Nabi Muhammad Saw itu sendiri, Aisyah binti Abu Bakar Ash – Shiddiq pun amat menyukai kucing, dan merasa amat kehilangan di kala di tinggal pergi oleh si kucing.

Seorang sahabat yang juga ahli hadist, Abdurrahman bin Sakhr Al – Azdi di beri julukan Abu – Hurairah (bapak para kucing jantan), karena ke gemaran nya dalam merawat dan memelihara berbagai kucing jantan di rumah nya.

Penghormatan Para Tokoh Islam Terhadap Kucing Pasca Wafatnya Nabi Muhammad SAW

Dalam buku yang berjudul Cats of Cairo di jelaskan pada masa dinasti mamluk, Baybars al Zahir, seorang sultan yang juga pahlawan garis depan dalam perang salib, sengaja membangun taman-taman khusus bagi kucing dan menyediakan berbagai jenis makanan di dalamnya.

Untuk mengunjungi tempat tersebut anda bisa memillih program Umroh Plus Kairo umrohpluscairo.com. Banyak sekali situs-situs bersejarah lainnya yang bisa anda kunjungi.