Tax Amnesty Dinilai Belum Sukses

Program pengampunan pajak atau juga tax amnesty sudah selesai pada 31 Maret 2017 lantas. Pemerintah juga menginformasikan sekitaran 1 juta harus pajak sudah mengkuti tax amnesty dengan keseluruhan harta yang dilaporkan sebesar Rp 4. 855 triliun dan juga dana yang sukses dibawa masuk kedalam negeri atau juga repatriasi meraih Rp 146 triliun.

Tax Amnesty Dinilai Belum Sukses

Meski sekian, Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Mohammad Reza Hafiz menyampaikan, pemerintah belum sukses melakukan program tax amnesty. Sebab, dana yang sudah masuk itu belum punya pengaruh penting pada likuiditas, nilai tukar rupiah, suku bunga, bahkan juga investasi.

” Nyatanya repatriasi tak mempunyai dampak penting pada perkembangan ekonomi dan juga likuiditas. Umpamanya, jumlah uang yang mengedar sebagai proxy dari likuiditas, memamng berikanlah dampak positif sedikit 0, 012 %. Nilai tukar tidak tebal sekali 0, 032 %, ” tutur Reza di Kantor Indef, Pasar Minggu, Jakarta, Kamis (6/4).

Selanjutnya ia menyampaikan, tax amnesty masihlah mempunyai efek positif untuk investasi. Tetapi, pada obligasi malah beresiko negatif.

” 0, 15 % kan FDI (foreign direct investment), obligasi malah arahnya negatif, lantaran beberapa harus pajak yang turut tax amnesty tak tertarik turut obligasi lantaran mungkin saja menaruhnya lama, ” tuturnya lebih lanjut di http://analisatoday.com/kurs-dollar-rupiah.

Sesaat untuk Surat Bernilai Negara (SBN) seperti reksa dana, saham, dan juga sebagainya, juga mempunyai dampak yang positif walau belum penting, yakni 0, 08 %.

” Variabel-variabel ini miliki independensi lain diluar tax amnesty, seperti ada gosip global seperti Trump, Brexit, perkembangan ekonomi melambat, daya saing investasi yang belum naik, hal semacam itu bikin variabel intimakro saat ada tax amnesty tak melonjak tajam, ” kata Reza.

Bahkan juga ia menyampaikan, jumlah harus pajak yang ikuti tax amnesty cuma 2, 95 % dari harus pajak tercatat th. 2016. Dan juga cuma 0, 15 % harus pajak baru dibanding harus pajak tercatat 2016.

” Lalu begitu kecil sekali. Jikalau ini dapat dipercaya menaikkan penerimaan pajak, lalu belum dapat disebut berhasil, ” ujarnya.