Simak 4 Cacat Hewan yang Tidak Diperbolehkan Pada Hewan Kurban

Berkurban menjadi salah satu sunnah yang mulia yang dilaksanakan setelah shalat idul adha. Orang yang disunnahkan untuk berkurban adalah orang yang mampu untuk membeli hewan kurban atau orang yang memiliki kekayaan yang lebih, musafir ataupun haji. Jenis hewan yang bisa untuk dijadikan sebagai hewan kurban adalah kambing (usia 1 tahun dan masuk 2 tahun), domba (usia minimal 6 bulan dan masuk bulan ketujuh), sapi (usia minimal 2 tahun dan masuk tahun ketiga), unta (usia minimal 5 tahun dan masuk 6 tahun).

 

Untuk melaksanakan ibadah kurban, maka Anda biasanya bisa menghubungi takmir masjid yang ada di tempat tinggal Anda kemudian meminta informasi mengenai apa saja persyaratan yang harus dilakukan untuk mengikuti kurban, misalnya mengumpulkan uang maksimal tanggal sekian agar uang tersebut bisa dipergunakan untuk membeli sapi sehingga bisa disembelih sesuai dengan waktunya.

 

Pelaksanaan kurban dilaksanakan pada tangga 10 Dzulhidjah dan saat hari tasrik yaitu tanggal 11-13 Dzulhidjah. Tidak semua hewan ternak bisa menjadi hewan kurban karena hewan tersebut tidak hanya harus sempurna dari segi fisik namun juga tidak boleh memiliki penyakit. Menurut Rasulullah SAW, yang diriwayatkan oleh Tirmidzi, ada 4 cacat yang tidak diperbolehkan pada hewan kurban, yaitu:

 

  • Buta sebelah dan jelas sekali kebutaannya.
  • Sakit dan tampak jelas sakitnya.
  • Pincang dan tampak jelas pincangnya.n
  • Sangat kurus sehingga seolah tidak berdaging dan tidak bersumsum.

 

Untuk mengetahui apakah hewan tersebut berpenyakit atau tidak, mudahnya Anda bisa meminta surat keterangan kesehatan hewan yang menyebutkan jika hewan tersebut benar-benar sehat. Jika tidak ada surat tersebut maka Anda harus mengecek fisik dari hewan tersebut. Beberapa cara yang bisa Anda lakukan adalah:

 

  • Cek apakah mata dari hewan tersebut jernih atau tidak.
  • Bagian selaput dalam mata hewan kurban yang sehat adalah berwarna merah muda.
  • Cek apakah kulit hewan tersebut tidak berpenyakit misalnya tidak kudisan, jamuran atau korengan.
  • Cek bulu dari hewan tersebut apakah mengkilap atau tidak.
  • Cek bagian dubur atau anus. Jika hewan tersebut sehat, maka bagian anus atau dubur tersebut berwarna merah muda dan tidak kotoran yang menempel ataupun lelehan seperti yang berwarna hitam.

 

Setelah hewan kurban dipilih, nantinya akan melewati proses penyembelihan. Penyembelih harus bersuci dan kemudian menyembelih dengan menghadap ke arah kiblat serta jangan lupa untuk membaca doa sebelum menyembelih sesuai dengan yang sudah disunahkan. Nantinya, daging kurban akan dipotong dan dibagi ke pihak yang membutuhkan. Jika Anda hendak tahu lebih lanjut mengenai tata cara kurban atau bagaimana kurban online dan tabungan kurban, Anda bisa mengunjungi situs berikut untuk lebih jelasnya https://www.globalqurban.com.