Wana Wisata Hutan Mangrove di Kulon Progo

Kunjungan wisata ke jogjakarta akhir-akhir ini trendnya semakin naik. Hal ini tak lepas dari bermunculnya tempat wisata baru di jogja, jika di kabupaten bantul memiliki Karst Tubing Sedayu sebagai objek wisata baru dan Tebing breksi di Kabupaten Sleman maka kabupaten Kulon Progo pun tidak mau kalah dengan Wana Wisata Hutan Mangrove di Pasir Mendit.

Kabupaten kulon progo memang mulai menggeliat potensi wisatanya, mulai dari wisata kalibiru, waduk sermo atau taman air mudal dan kini di pesisir pantai selatan ada objek wisata yang bernama hutan mangrove pasir mendit.

hutan mangrove kulon progo

Hutan Mangrove Pasir Mendit

Hutan Mangrove ini awalnya merupakan daerah konservasi yang didirikan pada awal tahun 90an dengan cara menanam pohon bakau untuk menangkal abrasi. Namun seiring berjalannya waktu, masyarakat setempat menangkap potensi peluang wisata untuk membuka hutan mangrove ini menjadi sebuah tempat wisata edukatif kepada wisatawan yang datang berkunjung tentang pentingnya hutan bakau sebagai penangkal abrasi.

Namun karena menjadi viral di media sosial hutan mangrove ini pun menjadi booming dan mau tidak mau pengelola pun harus berbenah dengan menambah fasilitas-fasilitas supaya lebih lengkap dan wisatawan yang datang pun merasa nyaman.

Hutan Mangrove kulon progo ini adalah hutan bakau pertama di jogjakarta yang dimanfaatkan sebagai tempat wisata. Disini anda akan disuguhi hamparan luas hutan bakau seluas 3 hektar yang membentang sepanjang sungai Bogowonto dan sebagian tepian pantai.

Pemandangan hutan bakau nan hijau menjadi pemandangan utama di tempat ini, selain itu terdapat spot-spot selfie yang bisa anda gunakan untuk berselfie. Yang paling terkenal adalah jembatan api-api, selain itu ada juga ayunan, dan gazebo yang bisa digunakan wisatawan untuk melepas lelah sejenak setelah menembus rimbunya pepohonan bakau.

Lokasi Hutan Mangrove Pasir Mendit

Hutan Mangrove Kulon progo ini berada di Dusun Pasir Mendit, Desa Jangkaran, Kecamatan Temon, Kabupaten Kulon Progo. Bila dari pantai congot hanya berjarak 7 kilometer saja dan bisa ditempuh selama 15 menit.

Harga Tiket masuk hutan Mangrove Pasir Mendit

Tarif untuk menikmati keindahan hutan mangrove kulon progo ini anda akan ditarik biaya retribusi sebesar 3 rb per orang dan 2 rb untuk biaya parkir roda dua dan 5 rb rupiah untuk parkir roda empat.

Anda tertarik untuk mengunjungi hutan mangrove kulon progo ini? Silahkan pilih paket wisata jogja pilihanmu.

Keistimewaan Kota Cairo (Mesir)

Keistimewaan Cairo (Mesir)

Mesir memiliki sejarah yang kental dan panjang dalam peradaban Dunia. Mesir selalu menjadi rebutan penguasa dunia karena kekayaan alam nya yang lengkap diantaranya, sungai Nil yang legendaris, juga ada nya kerajaan-kerajaan yang pernah menguasai mesir diantaranya Mesir Kuno dengan Firaun nya, kerajaan Yunani dengan Alexander, Romawi, Khulafaur Rasyidin, Abbasiyah, Fathimiyah, Utsmani dan lain-lain.

Keistimewaan Cairo (Mesir)
Keistimewaan Kota Cairo (Mesir)

Negeri Seribu Menara, itulah salah satu julukan negara Mesir. Di sebut demikian lantaran Mesir memang mempunyai banyak masjid dengan menara nya. Hal ini terbukti ke manapun kita berpergian di Mesir, kita tak susah menemukan masjid di setiap sudut kota dan jalanan. Kita juga tak usah risau apakah kita sudah memasuki waktu salat atau belum? karena suara azan akan selalu terdengar sayup-sayup merdu di seluruh penjuru negeri ini.

Mesir memang negara Islam yang kaya akan peradaban, budaya dan Sejarahnya. Baik itu peradaban Islam atau non-Islam. Jika kita ingin mempelajari atau menapaki peradaban Islam di Mesir, kita tak akan pernah bisa luput dari peninggalan berbagai dinasti dan kerajaan Islam yang paling awet dan masih ada hingga saat ini tak lain dan tidak bukan, masjid.

Islam masuk ke Mesir pada tahun 640 M. Pada awal-awal peradaban Islam di Mesir, ibu kota nya bukanlah Kairo akan tetapi Fustat.

Fustat

Keistimewaan Cairo (Mesir)
Keistimewaan Kota Cairo (Mesir)

Pasukan Muslim di bawah pimpinan salah satu jenderal terbaik dalam sejarah Islam, Amr ibn Ash RA memasuki wilayah Mesir pada tahun 640 M, kota pertama yang jatuh adalah Babilon pada bulan April 641 M. Amr menargetkan kota selanjut nya adalah Alexandria, ia dan pasukan nya mendirikan kamp di utara Babilon. Suatu hari ketika Amr hendak berangkat ke Alexandria, ia mendapati seekor burung merpati bertelur di atas tenda nya. Amr melihat ini sebagai pertanda dari Allah SWT dan langsung memperingat kan pasukan nya untuk tidak mengganggu burung tersebut. Begitu kembali dari Alexandria dengan membawa kemenangan (November 641 M) Amr memerintahkan pasukan nya untuk menyusun tenda-tenda mereka mengelilingi tenda milik nya sebagai pusat nya.

Amr ibn Ash pada awalnya ingin menjadikan Alexandria menjadi ibu kota provinsi Mesir tetapi di tolak kalifah Umar ibnu Khattab RA. Umar tidak ingin antara ibu kota kekhalifahan di Madinah dengan ibu kota provinsi Mesir terhalangi oleh sungai Nil (Alexandria terletak di sebelah barat sungai Nil), oleh karena itu Umar memerintah kan Amr untuk membangun ibu kota di sisi timur sungai Nil. Amr memilih kamp pasukan nya sebagai tempat bagi ibu kota Mesir, kota ini selanjut nya dinamai Fustat (yang berarti “Tenda”). Pada tahun 642 M, di tempat yang menjadi tenda Amr ibn Ash di bangun masjid yang di namakan masjid Amr ibn Ash, yang menjadi masjid tertua di benua Afrika.

Gerbang masjid Amr ibn Ash

Keistimewaan Cairo (Mesir)
Keistimewaan Kota Cairo (Mesir)

Fustat menjadi ibu kota Mesir selama 109 tahun sampai 750 M ketika “kekhalifahan” Umayyah dan di ganti “kekhalifahan” Abbasiyah. Abbasiyah mengganti ibu kota semua provinsi penting di masa Umayyah untuk menghindari pemberontakan. Pada tahun 750 M ibukota Mesir di pindah kan ke Al -Asqar, sebelah utara Fustat. Pada tahun 868 M gubernur Mesir untuk Abbasiyah, ibn Tulun memberontak, memisahkan diri dan mendirikan dinasti Tulunid. Ibu kota di pindahkan ke Al Qatai, tidak jauh dari Fustat dan Al Asqar. Dinasti Tulunid hanya bertahan selama 37 tahun dan untuk menghukum pemberontak ini, Abbasiyah menghancur kan Al- Qatai. Ibu kota selanjutnya akan di kembalikan ke Fustat pada tahun 905 M sampai tahun 1168 M. Secara total Fustat menjadi ibu kota Mesir selama 372 tahun.

Kairo

Pada bulan Agustus 969 M, jenderal Jawhar dari “kekhalifahan” Fathimiyah yang beraliran Syiah menakluk kan Fustat. Ia memerintah kan pasukan nya untuk membangun istana bagi “khalifah” Fatimiyah di sebelah timur laut Fustat. Tempat di bangun nya istana ini selanjutnya dinamai Al – Qahirah (yang berarti “Kemenangan”).

Keistimewaan Cairo (Mesir)
Keistimewaan Kota Cairo (Mesir)

“Kekhalifahan” Fathimiyah 969-1171 M

Jenderal Jawhar juga lah yang memerintahkan dibangunnya masjid Al Azhar dengan universitasnya yang membuat universitas Al Azhar menjadi universitas tertua kedua di dunia.

Di mayoritas masa pemerintahan “kekhalifahan” Fathimiyah, ibu kota Mesir tetap di Fustat sampai tahun 1168 M (Tiga tahun sebelum Fathimiyah ditaklukkan Salahuddin). Pada tahun itu menteri Fathimiyah yang bernama Shawar membumihanguskan Fustat untuk mencegah pasukan salib mengambilnya dan juga menghambat akses ke Kairo. Dengan hangusnya Fustat, ibu kota Mesir resmi berpindah ke Kairo sampai sekarang.

Kairo sempat dipimpin oleh berbagai dinasti, yang pertama Fathimiyah. Selama 202 tahun di bawah kepemimpinan Fathimiyah, Kairo berkembang pesat menjadi salah satu pusat peradaban di dunia menyaingi Baghdad milik “kekhalifahan” Abbasiyah dan Kordoba milik “kekhalifahan” Kordoba. Ilmu pengetahuan, seni dan budaya berkembang pesat.

Pada tahun 1171 M, dinasti Ayyubid dibawah Salahuddin Al Ayyubi memimpin Kairo, di bawah pemerintahannya Kairo semakin berkembang dan menyumbang banyak jasa terhadap ilmu pengetahuan, seni dan budaya. Ikuti program Umroh Murah 2017 Jakarta.

Masjid Unik di Porto Novo Benin

Grande Mosquee de Porto Novo atau The Great Mosque of Porto-Novo atau Masjid Agung Porto Novo yaitu masjid agung tua di kota Porto Novo, Ibukota Republik Benin. Masjid Agung yang lebih serupa satu bangunan katedral ini terkadang juga dikatakan sebagai Brazilian Mosque lantaran memiliki bentuk yang benar-benar sangat serupa dengan satu katedral bergaya Brazil.

Nama Porto Novo maupun Republik Benin memanglah tak popular di Indonesia, letak negara Afrika Barat satu ini memanglah terbentang beberapa ribu km. dari Indonesia. Tempatnya ada di pantai barat benua Afrika. Bertetangga dengan Togo di samping barat, Nigeria di samping timur serta Burkina Faso dan Niger di samping utara. walau ada di pantai barat Afrika tetapi lantaran letaknya yang ada di teluk Guyana, lokasi negara Benin benar benar utuh menjulur dari utara ke selatan menghadap ke Teluk Guyana di Samudera Atlantik.

Tempat Benin di benua Afrika
Benin termasuk sebagai negara dengan perubahan yang cukup lambat didunia, di era ke 17 sampai era ke 19 Benin ada dibawah kekuasaan Kerajaan Dahomey, yang malah melegalkan perdagangan budak, mengakibatkan negara ini jadi satu diantara sentra perdagangan budak di saat perdagangan busak trans-atlantik di era ke 17, beberapa ribu warga negeri ini di kirim ke ‘Dunia Baru’ di benua Amerika oleh bangsa Eropa sebagai budak, karena sangat populer nya lokasi ini sebagai sentra perbudakan hingga sampai pantai Benin saat itu di kenal sebagai ‘The Slave Coast” atau Pantai Budak.

Sesudah praktik perbudakan dihapus, Prancis menggantikan lokasi ini sebagai koloni baru nya serta merubah namanya jadi French Dahomey atau Dahomey Prancis di th. 1872 hingga lalu negara ini mencapai kemerdekaannya 1 Agustus 1960 serta jadi Republik Demokrasi sampai sekarang ini. Kubah masjid zyncalume Republik Benin Ber-Ibukota di Porto Novo walau pemerintahannya malah menetap di kota Cotonou yang disebut kota paling besar di Benin.

Keseluruhnya lokasi Benin sekitaran 110 ribu km. persegi denga jumlah masyarakat sekitaran 9 juta jiwa. Walau sudah merdeka mulai sejak th. 1960 negara ini cukup lamban gerakan pembangunannya, keadaan pertikaian politik pernah menimpa negara ini serta ikut jadi memperburuk perekonomiannya. Pusat kota Porto Novo sendiri yang disebut ibukota negara, tidak jauh tidak sama dengan satu kota kecamatan di pulau Jawa dengan pasar tradisional sebagai satu diantara sentra ekonomi.

Bhs Prancis yaitu bhs resmi negara termasuk juga bhs asli setempat seperti Bhs Fond an Yoruba, mulai sejak merdeka Benin dengan cara resmi sudah jadi anggota PBB, Uni Afrika, Organisasi Hubungan kerja Islam, Zona Hubungan kerja serta Perdamaian Atlantik Selatan, La Francophonie, the Community of Sahel-Saharan States, the African Petroleum Producers Association serta the Niger Basin Authority.

Sejarah Kucing Mesir Kuno

Sejarah Kucing Mesir Kuno

Kucing – Banyak fakta unik tentang kucing, membahas tentang kucing, ada hal menarik tentang kucing tak hanya lucu dan menggemaskan, kucing memiliki kisah menarik sejak zaman mesir kuno, kucing telah hidup sedari dahulu kala hingga hidup di era modren ini.

Di era mesir kuno,kucing peliharaan rakyat biasa akhir nya naik status menjadi hewan kesayangan Firaun, sang penguasa Mesir. Begitu istimewa nya sosok kucing, mereka hanya boleh di pelihara oleh keluarga Firaun dan para keluarga bangsawan yang masih memiliki hubungan kerabat langsung dengan sang Raja Firaun.

Sejarah Kucing Mesir
Sejarah Kucing Mesir Kuno

Dimasa itu, kucing mendapat perlindungan penuh dari Firaun, siapapun orang yang sengaja ataupun tidak sengaja membunuh kucing ia akan mendapatkan hukuman mati. Konyol nya meskipun aturan ini begitu keras, masih saja ada rakyat Mesir yang berani menjual kucing secara ilegal ke negeri tetangga.

Hal ini sampai membuat pasukan Firaun diutus hanya untuk merebut kucing tersebut. Dan tentang nasib sang penjual sudah pasti ia bisa dibunuh ditempat ataupun dibawa hidup-hidup untuk dituntut di pengadilan

Dan kucing pada zaman itu Dianggap Keramat sampai di jadikan Jimat Sakti, Banyak lukisan relief Mesir kuno yang menggambarkan begitu keramatnya kucing. Salah satu contoh nya lukisan yang menggambarkan seorang Imam Wanita (pemimpin agama kuno mesir) sedang membungkuk sambil memberikan sajen kepada mumi kucing.

Begitu mistik nya sosok kucing, masyarakat mesir kuno pun hampir setiap hari menghiasi diri nya dengan jimat-jimat yang berbentuk kucing. Konon khasiat jimat tersebut berfungsi sebagai tolak bala seperti santet, wabah tulah. Dan tak hanya itu saja, jimat kucing juga bisa melindungi sang empu nya dari marabahaya dan orang-orang yang ingin berbuat jahat.

Dan salah satu hasil karya seni yang populer di jaman itu adalah Uchat, yang menggambarkan mata keramat dari kucing lengkap dengan riasan mata disekeliling nya yang penuh ukiran manifestasi-manifestasi kucing.

Menurut kepercayaan orang-orang di zaman mesir kuno, bila mendapat mimpi sedang bertemu/ bermain dengan Kucing itu pertanda baik. Salah satunya mendapat jodoh baik dan rejeki seperti hasil panen yang melimpah, dan mendapat kenaikan pangkat dalam pekerjaannya.

Hampir setiap tahun nya masyarakat Mesir kuno selalu merayakan ritual menyambut datangnya gerhana matahari. Mereka akan menari, mematahkan kelentung sambil memanjatkan doa-doa berisik agar Dewa Ra, dewa penguasa tertinggi di kepercayaan Mesir Kuno yang kadang berubah wujud menjadi Kucing dapat mengalahkan Apophis, Raja Iblis penguasa kegelapan. saat mereka mati juga diperlakukan istimewa seperti halnya manusia. Bangkai mereka akan dijadikan mumi dan diberikan kotak peti mati yang mahal. Dan biasanya para majikan wanitanya akan mencukur alis matanya sebagai tanda berduka, mereka pun bisa meratapi tangis kematian kucingnya tersebut sampai berhari-hari.

Sejarah Kucing Mesir
Sejarah Kucing Mesir Kuno

Hal ini bukanlah mitos, sebab para Ilmuwan Sejarah telah menemukan lebih dari 280 ribu mumi kucing, sering mumi mereka diletakkan disamping mumi manusia, yang mungkin dulunya adalah sang majikan dan kucing tersebut menjadi kesayangannya.

Begitu banyaknya penjelmaan Dewa yang menjadi Kucing, namun yang sangat populer adalah Dewa Bast, Dewa yang melindungi rakyat mesir dari setan jahat. Lainnya Dewa Neith dan Raja Dewa Ra sendiri, yang paling diagungkan dalam kepercayaan mesir. Konon Dewa Ra pernah berubah wujud menjadi Kucing, saat ia membunuh ular naga jahat jelmaan Raja Neraka bernama Apep.

Seorang alih sejarah Mesir di tahun 490 SM bernama Herodotus, pernah mendokumentasikan kekalahan Mesir waktu berperang dengan Kerajaan Persia. Saat itu pasukan Persia tahu bahwa kekuatan tentara mesir sangat hebat dan mustahil untuk mengalahkannya. Hingga akhirnya mereka mencoba cara licik yakni dengan membeli banyak kucing dari perdagangan Ilegal.

Saat pertempuran berlangsung, mereka melepaskan kucing-kucing tersebut begitu saja di tengah medan perang. Hal ini langsung membuat lemah mental Pasukan Firaun, akhirnya mereka memilih menyerah daripada membuat ‘sahabat’ mereka terbunuh ataupun terluka.

Pertempuran itupun akhirnya dimenangkan telak oleh Kerajaan Persia, dan Mesir lebih memilih untuk memberikan upeti apapun yang diminta oleh musuhnya daripada harus kehilangan sahaba mereka.

Seni dari Mesir Kuno menunjukan patung dan lukisan dari setiap jenis kucing. Kucing begitu istimewa, jika ada orang yang membunug mereka, bahkan karena kecelakaan akan di hukum mati.

Sudah terbukti ribuan tahun lamanya bahwa fenomena kucing sangatlah istimewa di Mesir. Seiring pergantian zaman, dan agama Islam mulai masuk ke Mesir, sosok mereka tidak lagi diagungkan seperti Dewa, hanya sebatas hewan peliharaan rumah saja. Hal ini bisa kita lihat sampai dengan sekarang, bagaimana orang-orang mesir di zaman modern masih tetap mencintai mereka.

Menurut mitologi mesir, dewa dan dewi memiliki kekuatan untuk mengubah diri menjadi binatang yang berbeda. Hanya satu dewi, yang bernama Bastetm yang memiliki kekuatan untuk menjadi kucing. Bastet di ganbarkar sebagian seseorang perempuan dengan kepala kucing yang jinak.