Macam-Macam Pajak Yang Harus Anda Ketahui

Pajak merupakan pungutan wajib yang harus dibayarkan oleh setiap warga negara yang telah memenuhi syarat objektif maupun subjektif. Besarnya pajak antara satu orang dengan orang yang lain berbeda-beda dan telah diatur oleh undang-undang.

Pajak berguna untuk memeratakan penghasilan bagi setiap warga negaranya. Anda pun tidak akan merasakan manfaat dari pajak ini secara langsung, karena digunakan untuk kepentingan public bukan pribadi. Sudah banyak software pajak yang berguna untuk menghitung pajak apa saja terkait dengan usaha anda dan menghitungnya, sehingga terhindar dari kelalaian dalam membayar pajak.
Berbicara mengenai pajak, apakah Anda sudah tahu macam-macamnya? Jika belum, yuk simak informasi yang akan mengulas seputar macam-macam pajak berikut ini.

Macam-Macam Pajak Yang Harus Anda Ketahui
Macam-Macam Pajak Yang Harus Anda Ketahui
  • Pajak langsung
    Pajak langsung merupakan pajak yang dibayarkan oleh setiap warga negara setelah diterbitkannya SPT atau Surat Pemberitahuan yang dikenakan secara berulang-ulang kali dalam satu periode atau dalam jangka waktu tertentu.

    Contoh dari pajak langsung adalah PPh, PBB, pajak tontonan, dan bunga bank.

  • Pajak tidak langsung
    Adalah pajak yang dikenakan kepada warga negara yang mengalami peristiwa tertentu dan harus membayar pajak.

    Contoh dari pajak tidak langsung adalah PPn, bea cukai, pajak reklame, dan bea materai.

  • Pajak negara
    Merupakan pajak langsung yang dipungut oleh pemerintah pusat dan pengelolaannya diatur oleh kantor pelayanan pajak.

    Contoh dari pajak negara adalah PPh dan PPn.

  • Pajak daerah
    Pajak daerah merupakan pungutan wajib bagi warga negara yang diatur oleh pemerintah daerah. Jadi pungutan ini berbeda antara daerah yang satu dengan daerah yang lain sesuai dengan peraturan pemerintah daerah yang berwenang di wilayah tersebut.

    Contoh pajak daerah adalah pajak reklame, pajak hiburan, dan pajak radio.

  • Pajak subyektif
    Yaitu pajak yang dikenakan berdasarkan subjek atau pribadinya, kemudian baru ditetapkan jumlah pajaknya. Keadaan dari pribadi wajib pajak sangat berpengaruh terhadap besarnya pajak yang terhutang.

    Contoh dari pajak subyektif adalah PPn.

  • Pajak obyektif
    Yaitu pajak yang dikenakan berdasarkan objeknya, bisa berupa peristiwa, benda, perbuatan yang menyebabkan dirinya utang pajak, kemudian barulah ditetapkan subyeknya tanpa mempersoalkan kerwarganegaraan. Jadi orang asing pun bisa dikenai pajak obyektif.

    Contoh dari pajak ini adalah PBB, PPN, PPn BM.

Semoga ilmu Anda semakin bertambah dengan menyimak informasi mengenai macam-macam pajak yang telah disajikan di atas.